CIPUTRA BIDIK KENAIKAN PENJUALAN 15%
JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menargetkan peningkatan penjualan properti (marketing sales) sebesar 20% menjadi Rp 8,5 triliun tahun ini. Perhitungan ini telah mempertimbangkan rampunya merger dengan kedua anak usahanya, PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Property Tbk (CTRP).
Tahun lalu, penjualan properti perseroan mencapai Rp 7,2 triliun atau di bawah angka perkiraan semula perseroan sebesar Rp 9,3 triliun. Rendahnya realisasi dipicu atas perlambatan permintaan properti tahun lalu.
Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan, penjualan properti tersebut akan dikontribusikan penjualan properti di 81 proyek yang dimiliki perseroan. Penjualan juga akan datang dari enam proyek residensial baru dan dua proyek komersial.
“Selain meningkatkan pendapatan penjualan properti, merger bakal mendongkrak kapitalisasi pasar perseroan sekitar 20% menjadi Rp 20,4 triliun,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.
Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Tulus Santoso sebelumnya mengatakan, Ciputra menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,5-2 triliun tahun depan, naik dibandingkan perkiraan realisasi tahun ini Rp 1,2-1,4 triliun. Perseroan lebih optimistis terhadap industri properti tahun depan.
Dia mengatakan, tahun ini, perseroan sebetulnya juga mengalokasikan capex hingga Rp 2 triliun. Namun, lantaran sejumlah proyek properti yang tertunda, capextersebut tidak terserap maksimal.
Sebesar 30% dari capex akan dialokasikan untuk kebutuhan akuisisi lahan. Capex tersebut untuk proyek properti yang bersifat berkesinambungan (recurring). Artinya, pengembangan properti yang non-recurring tidak dihitung dalam pengeluaran capex.
Capex ini pun telah memperhitungkan rampungnya aksi penggabungan usaha (merger) PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) ke dalam entitas perseroan.
RUPSLB Ciputra Developmnet, Ciputra Surya, dan Ciputra Properti sebelumnya telah menyetujui merger. Persetujuan ini sesuai dengan skenario I pada pengumuman di prospektus tanggal 24 Oktober 2016.
Menurut Tulus, aksi penggabungan akan membuat struktur perusahaan lebih sederhana, terutama menuju pada peningkatan fleksibilitas operasional dan finansial untuk memperoleh pertumbuhan kesempatan di Indonesia.
Sesuai rencana, investor publik yang memiliki saham Ciputra Surya dan Ciputra Properti bisa menukar sahamnya dengan saham Ciputra Development. Rasio penukaran untuk investor saham Ciputra Surya adalah 1:2,31. Sedangkan rasio konversi saham Ciputra Property adalah 1:0,54.
Sebagai informasi, Ciputa Development kini menguasai 62,66% saham Ciputra Surya dan memiliki 56,3% saham Ciputra Properti. Adapun saham Ciputra Development dikuasai oleh PT Sang Pelopor sebanyak 30,63% dan masyarakat memiliki 69,37%.(c01)
Sumber: INVESTOR DAILY
Komentar
Posting Komentar