Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Jasa Marga (JSMR) Cetak Pertumbuhan Laba 28,57%

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencetak pertumbuhan laba sebesar 28,57% sepanjang 2016. Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2016 yang dipublikasikan Rabu (8/2/2017) terlihat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,89 triliun. Pencapaian tersebut tumbuh 28,57% dibandingkan dengan laba bersih yang dicapai pada 2015 yang senilai Rp1,47 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang diraih perseroan. Sepanjang 2016, perseroan mencatat pendapatan Rp16,66 triliun atau naik 69,14% dibandingkan 2015 senilai Rp9,85 triliun. Salah satu kontribusi terbesar diperoleh dari pendapatan konstruksi yang naik menjadi Rp7,83 triliun dari Rp2,22 triliun di 2015. Sementara, pendapatan tol dan usaha lainnya tumbuh menjadi Rp8,83 triliun dari Rp7,63 triliun. Namun demikian, kenaikan besar dari pendapatan konstruksi tersebut juga membuat beban konstruksi meningkat tajam menjadi R...

Salim Ivomas Pratama (SIMP) dan Daito Cacao Bentuk Usaha Patungan Bisnis Cokelat

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) bersama Daito Cacao Co.Ltd membentuk perusahaan patungan di bidang pengolahan dan pemasaran cokelat untuk industri. Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dipublikasikan Rabu (8/2/2017) dikemukakan bahwa pada 7 Februari 2017 telah dilakukan penandatanganan antara SIMP dan Daito Cacao Co. Ltd yang merupakan anak usaha The Nisshin Oillio Group asal Jepang  untuk membentuk usaha patungan, yakni PT Indoagri Daito Cacao. Usaha patungan tersebut rencananya akan dilakukan paling lambat akhir Maret 2017, dengan porsi kepemilikan saham SIMP dan Daito Cacao masing-masing sebesar 49% dan 51%. Usaha patungan akan berkedudukan di Jakarta Pusat dan bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran cokelat untuk industri dengan fasilitas produksi di Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat. Sumber: Bisnis.com Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Prospek BUMI semakin jelas

JAKARTA. Kilau prospek fundamental PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepertinya kian jelas. Dimana Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 9 November 2016 lalu disepakati kreditur. "Kami melihat ini dapat menjadi kunci utama kinerja BUMI ke depannya," tulis Sharlita Malik, analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/2). Sejalan dengan tren harga batubara ASP ( average selling price ) yang jauh lebih tinggi di 2017, akan menghasilkan arus kas yang kuat dan kemampuan untuk membayar utang tranche yang dimulai pada semester kedua tahun ini. Restrukturisasi utang yang tengah dilakukan itu juga akan mengurangi utang BUMI sebesar US$ 1,6 miliar. Sehingga, EBITDA BUMI tahun ini akan melonjak jadi US$ 847 juta dari sebelumnya US$ 247 juta untuk prediksi EBITDA BUMI 2016. Demikian pula dengan laba bersihnya. Sharlita memprediksi, laba bersih BUMI tahun ini akan menyentuh US$ 275 juta. Jauh lebih tinggi ketimbang periode 2016 yang diprediks...

BKSL incar marketing sales Rp 1,2 triliun

JAKARTA. Perusahaan properti PT Sentul City Tbk (BKSL) akan ekspansif pada tahun ini. Lihat saja, manajemen BKSL menargetkan  marketing sales  Rp 1,2 triliun tahun ini, tumbuh 50% dari pencapaian 2016. Presiden Direktur Sentul City Keith Steven Muljadi, Selasa (7/2), menyatakan, berani mematok target tinggi karena akan ada efek  tax amnesty . Program pengampunan pajak mendorong likuiditas, sehingga akan menyemarakan kredit dan industri properti. Tax amnesty sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, efek ke industri diyakini baru tahun ini. "Tahun lalu kami menargetkan marketing sales Rp 1,5 triliun tapi direvisi jadi Rp 1,2 triliun dan terealisasi Rp 800 miliar. Itu karena efek tax amnesty belum terasa," jelas Steven. Sumber: Kontan.co.id Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri Editor: Adi Wikanto

BKSL kantongi restu right issue Rp 2,32 triliun

JAKARTA. Perusahaan properti PT Sentul City TBK (BKSL) mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). PT Sentul City Tbk berencana menawarkan 20,7 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 112 per saham. Alhasil, potensi dana yang bisa mereka dapat mencapai Rp 2,32 triliun. Nantinya, BKSL bakal menggunakan dana menambah cadangan lahan (landbank), dengan mengakuisisi saham PT Graha Sejahtera Abadi (GSA). Dalam RUPS yang dilaksanakan Selasa (7/2). "Untuk tanggal melakasanakan  right issue  kita akan menanyakan kepada  financial advisor  kami dahulu, namun kira-kira di  first half,"  kata Presiden Direktur Sentul City Keith steven Muljadi usai RUPS, Selasa (7/2). Agenda kedua mereka yakni Persetujuan Pengambilalihan (Akuisisi) PT Graha Sejahtera Abadi (GSA), melalui penyetoran aset (inbreng) berupa sebanyak banyaknya 99.999% sah...

BUMI akan right issue Rp 35 T, awas efek dilusi

JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui rencana menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maksimal 37,88 miliar saham baru. Nilai transaksi itu mencapai Rp 35,1 triliun. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar 926,16 per saham. " Rights issue i ni akan dilakukan di bulan Mei atau Juni," ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI usai RUPSLB, Selasa (7/2). Ia mengatakan 99% pemegang saham BUMI menyetujui aksi korporasi tersebut. Bersamaan dengan itu, BUMI juga menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK). HMETD yang dilakukan melalui penawaran umum terbatas (PUT) itu, akan meliputi hak untuk membeli saham baru PUT dan OWK. Kreditur BUMI dapat mengambil bagian saham baru dengan cara mengkompensasi hak tagih yang dimiliki menjadi saham baru ataupun membeli OWK itu. Perlu dicatat, aksi korporasi ini memberikan efek dilusi sebesar 50,8% terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil haknya da...

PSKT akan tawarkan 4 miliar saham baru

JAKARTA. Emiten perhotelan PT RED PLANET INDONESIA TBK (PSKT) akan menggelar penawaran umum terbatas II dengan menggunakan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau rights issue. Dalam prospektus perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (7/2) menjelaskan, rencananya  rights issue  ini akan dilaksanakan pada 20 Februari 2017 mendatang. Emiten dengan kode PSKT ini akan menawarkan 4 miliar lembar saham baru atau sekitar 37,50% dari modal yang disetorkan dengan nominal Rp 100 per saham. Jumlah dana yang akan diterima oleh Red Planet dalam rights issue ini sekitar Rp 408,9 miliar. Setiap pemegang lima lembar saham lama yang namanya tercatat sampai 16 Februari 2017 berhak atas tiga HMETD. Red Planet Holdings Limited selaku pemegang saham utama PSKT akan melaksanakan haknya sesuai dengan kepemilikan dalam PUT II yaitu sebanyak 2,7 miliar lembar saham. "Pembelian saham baru ini sesuai dengan hak yang ada pada perusahaan," ungkap manajemen d...

PENGEMBANG LAHAN INDUSTRI: Puradelta ( DMAS ) Targetkan Penjualan 60 Hektar

Bisnis.com , JAKARTA— Pengembang lahan industri PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mematok penjualan lahan industri sebesar 60 hektar pada tahun ini seiring meningkatnya permintaan lahan industri belakangan ini. Tondy Suwanto, Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, mengatakan target penjualan lahan industri tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian marketing sales lahan industri pada tahun 2016 sebesar 53 hektar. Dia mengatakan penjualan lahan industri perseroan pada tahun lalu ditopang oleh penjualan kepada PT Astra Honda Motor. Produsen sepeda motor dengan penjualan terbesar di Tanah Air tersebut membeli lahan industri di Kota Deltamas seluas 38,3 hektar.  “Permintaan terhadap lahan industri mulai menunjukkan peningkatan sejak semester kedua tahun lalu, sehingga kami meyakini bahwa penjualan lahan industri kami di tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Tondy dalam siaran pers, Selasa (7/2/2017) Dia memaparkan bah...

TARGET 2017: BSDE Bidik Marketing Sales Rp7,2 Triliun

Bisnis.com , JAKARTA - Pengembang properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mengincar pendapatan pra-penjualan atau marketing sales Rp7,2 triliun sepanjang tahun 2017. Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE Hermawan Wijaya,  menjelaskan target marketing sales pada tahun ini diperkirakan tumbuh 17% dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, dengan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,02% pada tahun 2016, BSDE meyakini permintaan properti akan mulai pulih pada tahun ini. “Seharusnya kondisi akan semakin membaik ke depannya. Kami melihat permintaan terhadap produk properti sudah mulai meningkat sejak kuartal terakhir pada tahun lalu,” papar Hermawan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/2/2017). Pada kuartal terakhir tahun lalu, BSDE telah meluncurkan beberapa proyek yang mendapatkan respons cukup positif dari konsumen. Pada  November 2016 yang lalu, BSDE juga telah meluncurkan klaster baru The Mozia ya...

AKSI KORPORASI: Trada Maritime Proses Restrukturisasi Utang US$53,24 Juta

Bisnis.com , JAKARTA - PT Trada Maritime Tbk. tengah memroses restrukturisasi tiga utang senilai total US$53,24 juta dan klaim asuransi yang diharapkan rampung dalam waktu dekat. Emiten pelayaran bersandi saham TRAM itu telah mencapai kesepakatan dengan International Finance Corporation (IFC) dan Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ (BTMU) mengenai utang senilai US$34,98 juta. Bentuknya, penjualan aset (asset settlement) kapal FSO Lentera Bangsa, penerimaan hasil klaim asuransi Lentera Bangsa dan cash settlement.    "Finalisasi penyelesaian utang diharapkan selesai pada kuartal I tahun ini," kata Asnita Kasmy, Direktur Trada Maritime, dalam surat perseroan kepada Bursa Efek Indonesia yang diterima  Bisnis , Kamis (2/2/2017). Perseroan juga telah mencapai kesepakatan dengan Bank Mandiri Singapore terkait utang perseroan senilai US$10 juta. Penyelesaian utang termasuk perpanjangan atas fasilitas kredit, penjualan aset kapal MV Samudera Bangsa dan  cash settlement . ...

PGN (PGAS) Salurkan Gas Bumi ke Krakatau Nippon Steel Sumikin

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Perusahaan Gas Negara Persero Tbk. (PGAS) atau PGN memasok gas bumi ke PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS), Cilegon, Jawa Barat guna memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah. Adapun, KNSS merupakan perusahaan  joint venture  yang berdiri sejak 26 Desember 2012, antara Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) dari Jepang dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dari Indonesia. Sales Area Head PGN Cilegon Yohanes Chandra mengatakan PGN terus berupaya untuk menyalurkan gas tepat waktu sesuai kebutuhan industri. “Perseroan mulai memasok gas ke KNSS pada 1 Februari 2017,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (2/2/2017). Sebagai informasi, KNNS akan memproduksi Galvanized, Galvanealed dan Cold Rolled Steel untuk industri otomotif, dengan kapasitas produksi mencapai 480.000 metric ton per tahun. Gas bumi yang dipasok PGN akan digunakan sebagai bahan bakar untuk  furnace  dengan kapasitas 4...

Kejar Recurring Income, BEST Tambah Proyek Komersial

Bisnis.com , BEKASI—Emiten pengembang kawasan industri PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) tahun ini akan menambah dua portofolio properti komersial baru penopang pendapatan berulang. Perseroan mengejar target ideal kontribusi laba dari pendapatan berulang dapat meningkat menjadi 20%-25% dari posisi saat ini sekitar 13%. Setelah resmi mengoperasikan satu hotel baru dengan nama Hotel Enso di kawasan industri MM1200, Cibitung, Bekasi, pada Rabu (1/2), BEST menargetkan akan menyelesaikan dua proyek komersial baru sebagai penopang pendapatan berulang perseroan, yakni menara perkantoran dan kompleks pergudangan modern. Investor Relation BEST Asa Siahaan mengatakan, Hotel Enso merupakan hotel bisnis bernuansa Jepang yang dibangun BEST sebagai fasilitas akomodasi bagi para pelancong bisnis dari 360 perusahaan multinasional yang ada di kawasan industri MM2100. BEST sebelumnya telah mengoperasikan satu apartemen sewa, yakni MM2100 Serviced Apartemen berkapasitas 102 kamar, t...

Trada ( TRAM ) Maritime segera lunasi hutang

JAKARTA. PT Trada Maritime (TRAM) telah mencapai beberapa kesepakatan terkait pelunasan hutang kepada beberapa instansi pemberi pinjaman. Rencananya hutang-hutang tersebut akan segera dilunasi. Direktur Trada Maritime, Asnita Kasmy menyampaikan perseroan telah melakukan kesepakatan terkait restrukturisasi hutang perseroan kepada beberapa instansi. Pertama, telah ada kesepakatan dengan pihak International Finance Corporation (IFC) dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) untuk melunasi hutang sekitar US$ 34,9 juta. "Pelunasan melalui penjualan aset  (Asset Settlement)  kapal FSO Lentera Bangsa dan  cash settlement . Finalisasi penyelesaian hutang diharapkan akan selesai pada kuartal 1 tahun ini," ujar Asnita dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Rabu (1/2). Kedua, Trada juga sudah mencapai kesepakatan dengan Bank Mandiri Singapura terkait hutang perseroan sejumlah US$ 10 juta. Penyelesaian hutang termasuk perpanjangan atas fasilitas kredit, penju...

KINERJA EMITEN 2016: XL Axiata (EXCL) Catat Laba Rp375,52 Miliar

Bisnis.com,  JAKARTA— Sepanjang 2016, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp375,52 miliar setelah tahun sebelumnya membukukan rugi bersih. Berdasarkan  financial statement  yang dipublikasikan Rabu (1/2/2017), perseroan berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp37,52 miliar, setelah tahun sebelumnya mencatat rugi yang dapat diatribusikan ke entitas induk senilai Rp25,34 miliar. Adapun, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan usahan senilai Rp21,34 triliun atau turun 6,73% dibandingkan dengan 2015 yang senilai Rp22,87 triliun. Sementara, pendapatan lainnya tercatat Rp1,72 triliun dari sebelumnya Rp2,03 triliun. Pada sisi lain, beban interkoneksi turun 16,82% menjadi Rp1,93 triliun dari Rp2,32 triliun. Sedangkan beban tiket, penjualan, dan promosi naik tipis ke Rp1,43 triliun dari Rp1,13 triliun. Salah satu yang membuat perseroan mencatat laba pada 2016 adalah adanya keuntungan lainnya selai...

SOCI Kirimkan Kapal Pesanan Pertamina Mei 2017

Bisnis.com , JAKARTA - Emiten pelayaran dan galangan kapal, PT Soechi Lines Tbk. bakal menyerah terimakan satu kapal pesanan PT Pertmina (Persero) pada Mei 2017. Dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, Rabu (1/2/2017), kapal yang bernama MT Pasamaan itu berbobot 17.500 DWT. MT Pasaman dikerjakan oleh anak usaha Soechi, PT Multi Ocean Shipyard yang berbasis di Tanjung Balai Karimun.  Menurut manajemen Soechi, saat ini perseroan juga masih mengerjakan dua kapal pesanan Pertamina lainnya. Bobot kapalnya pun sama dengn MT Pasaman. Kapal pesanan Pertamina merupakan bagian dari 8 kapal yang dibuat oleh perusahaan galangan kapal dalam negeri dengan standard internasional.  Direktur Keuangan Soechi, Paula Marlina sebelumnya mengatakan perseroan bakal fokus mengerjakan delapan pesanan kapal senilai US$110 juta. Per September 2016, pendapatan dari galangan kapal yang sudah diakui mencapai US$17,08 juta. Menurut Paula, permintaan pembuatan kapal sebetulnya tidak ber...

Kinerja DMAS: Puradelta Raup Prapenjualan Rp1,1 Triliun

Bisnis.com , JAKARTA – Emiten kawasan industri milik Grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk. membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp1,1 triliun sepanjang 2016. Tondy Suwanto, Direktur Puradelta, mengatakan sepanjang tahun lalu perseroan mencetak penjualan lahan industri seluas 53 hektare. Dengan kata lain, prapenjualan dari setiap meter persegi lahan terjual mencapai Rp2,07 juta. Penjualan lahan industri seluas 53 hektare tersebut terbilang sangat baik mengingat kondisi makro yang lesu pada tahun lalu,” ungkap Tondy dalam keterangan tertulis, Rabu (1/2/2017). Penjualan lahan emiten bersandi saham DMAS itu tahun lalu ditopang penjualan block sales atau penjualan dalam jumlah besar ke PT Astra Honda Motor. Perusahaan itu memborong laahn seluas 38,3 hektare di kawasan industri Deltamas. Di sisi lain, DMAS juga akan meluncurkan klaster rumah tapak pada kuartal I/2017. Menurut Tondy, permintaan hunian di Deltamas tergolong tinggi menyusul operasional s...

Laba PPRO Naik 22% Sepanjang 2016

Bisnis.com , JAKARTA - PT PP Properti Tbk. mencatat perolehan laba bersih sebanyak Rp365,38 miliar sepanjang 2016. Jumlah tersebut meningkat 22% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan PP Properti,Rabu (1/2/2017), kenaikan laba bersih juga menyebabkan laba per saham atau earning per share naik 22% menjadi Rp30,45. Raihan laba PP Properti tahun lalu ditunjang oleh kenaikan pendapatan sebesar 43% menjadi Rp2,15 triliun. Pendapatan emiten bersandi saham PPRO sebagian besar disumbang oleh penjualan realti dengan porsi 94%. Sementara itu, kontribusi dari properti investasi yang mendatangkan pendapatan berulang hanya tumbuh 8% menjadi Rp134,4 miliar. Pendapatan ini terutama disumbang dari operasional hotel dan pusat perbelanjaan. Sepanjang tahun lalu, PPRO mengumpulkan pendapatan prapenjualan sebanyak Rp2,5 triliun. Adapun tahun ini PPRO menargetkan prapenjualan Rp2,9 triliun atau naik 16%. Untuk kebutuhan ekspansi, tahun ini PPRO bakal menggelar rights i...

Permintaan Sumatera naik, SMBR menuai berkah

AKARTA. PT Semen Batu Raja Tbk (SMBR) menjadi salah satu emiten yang pergerakan sahamnya cukup tinggi pada tahun lalu. Saham emiten semen pelat merah ini sudah terbang 604% dari awal tahun 2016 sebesar Rp 291 menjadi Rp 2.050 pada akhir perdagangan hari ini (26/1). Beberapa analis mengatakan, kinerja saham SMBR juga tercermin dari semakin kuatnya fundamental perusahaan. Mulai dari ekspansi dan penguasaan pasar yang saat ini kuat untuk wilayah Sumatera. Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan, pasar semen di luar pulau Jawa diprediksi masih akan tumbuh seiring dengan permintaan semen untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera. Terlihat penjualan SMBR yang meningkat dibandingkan kompetitior besar lainya yang kuat di pulau Jawa (YoY). ”Infrastruktur di daerah masih punya potensi untuk tumbuh, imbasnya konsumsi semen di daerah akan meningkat,” katanya kepada Kontan (26/1). Sekadar informasi, penjualan semen SMBR meningkat 6,1% menjadi 1,63 juta ton...

Lo Kheng Hong meraup angpao besar dari BUMI

JAKARTA. Menyambut Tahun Ayam Api, investor yang mendekap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperoleh angpao besar. Maklum, dalam tujuh bulan terakhir, harga saham BUMI naik hingga lebih dari 10 kali lipat. Setelah terus-terusan reli, harga saham BUMI akhirnya menembus posisi Rp 500 per saham. Pada perdagangan hari ini, Jumat (27/1), harga saham BUMI ditutup di posisi Rp 505 per saham. Dengan begitu, saham BUMI kini memasuki kelompok harga saham Rp 500-Rp 2.000 per saham dengan fraksi harga Rp 5 per saham. Bukan cuma harga yang naik tinggi. Transaksi saham BUMI juga meningkat drastis. Saban hari, nilai transaksi perdagangan saham BUMI mencapai ratusan miliar rupiah. Dihitung selama sebulan terakhir, nilai transaksi perdagangan saham BUMI mencapai Rp 8,1 triliun. Tidak salah jika pelaku pasar menyebut saham BUMI kembali menyandang julukan saham sejuta umat. Padahal, sejak Juli 2015 hingga Juni 2016, harga saham BUMI tiarap di harga Rp 50 p...

Benny Tjokro Siap Serap Rights Issue RIMO

Bisnis.com,  JAKARTA--Benny Tjokrosaputro siap menjadi menyerap hak memesan efek terlebih dahulu yang diterbitkan PT Rimo International Lestari Tbk. sekitar Rp4,05 triliun. Dalam prospektus yang diterbitkan, tertulis pembeli siaga akan melaksanakan kewajiban untuk membeli sisa saham apabila pemegang saham perseroan tidak melaksanakan haknya atas HMETD (rights issue). Adapun pihak yang akan melakukan penyetoran dalam bentuk lain selain uang untuk penambahan modal melalui rights issue adalah pemegang saham 99,99% saham PT Hokindo Properti Investama yaitu Benny Tjokrosaputro, Teddy Tjokrosapoetro, Anna Patricia Sutanto dan Ludijanto Setijo. "Keempat pihak di atas akan melakukan penyetoran atas saham dalam bentuk lain selain uang adalah pihak yang sama bertindak sebagai pembeli siaga dalam PUT I Rimo," seperti yang dikutip dari prospektus, Kamis (26/1/2017). Adapun rencana penggunaan dana rights issue I RIMO akan digunakan untuk mengambilalih 99,99% saham PT Hokindo Properti Inve...

Tempo Inti Media (TMPO) Jual 18 Domain ke Anak Usaha

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Tempo Inti Media Tbk. (TMPO) menjual sekitar 18 domain perseroan ke anak usaha, yakni PT Info Media Digital. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan Jumat (27/1/2017), perseroan mengumumkan terjadinya transaksi afiliasi antara perseroan dengan anak usaha, PT Info Media Digital sehubungan dengan perjanjian jual beli domain. Perseroan sebagai pemilik domain, dan Info Media Digital sebagai pembeli domain. Alasan dilakukannya transaksi penjualan ini adalah guna mengembangkan unit bisnis digital news berbasis  ­e-commerce , sehingga ke depan IMD akan lebih fokus utuk mengembangkan bisnis digital serta mampu menggalang modal dengan melakukan kerjasama dengan mitra potensial. Kemudian, agar IMD selaku unit bisnis yang dipersiapkan dan difokuskan untuk pengembangan bisnis digital dan  e-commerce. Adapun, domain yang dijual perseroan kepada Info Media Digital adalah tempo.co, gooto.com, indonesiana.co, Indonesia.tv, tempofinance.co, ...

Toba ( TOBA ) Pengembang Sejahtra dan Toba Karya Sejahtra Lakukan Penggabungan Usaha

Bisnis.com,  JAKARTA— Anak usaha  PT Toba Sejahtra , PT Toba Pengembang Sejahtra berencana melakukan penggabungan usaha dengan PT Toba Karya Sejahtra, di mana Toba Karya Sejahtera bertindak sebagai perusahaan yang menggabungkan diri. Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan Jumat (27/1/2017) dikemukakan bahwa rencana penggabungan antara Toba Pengembang Sejahtra (TPS) dan Toba Karya Sejahtra (TKS) diharapkan dapat meningkatkan kinerja TPS dengan pengelolaan manajemen yang lebih efisien dan efektif, mengingat TPS adalah pemilik mayoritas saham (99%) dari TKS. Penggabungan usaha ini akan memperkuat dan memperkokoh posisi TPS sebagai perusahaan hasil penggabungan dalam bisnis properti terutama dalam mencapai visi perusahaan. Kemudian, meningkatkan daya saing perusahaan hasil penggabungan dalam industri properti di Indonesia dan menciptakan manajemen yang solid, serta peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan usaha. Sesuai dengan rencana penggabungan,...

RUPSLB PPRO: PP Properti Siap Stock Split dan Rights Issue Rp1,5 Triliun

Bisnis.com , JAKARTA- Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PP Properti Tbk menyetujui rencana perseroan untuk memecah nilai nominal saham atau stocksplit dan penambahan modal perusahaan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dalam RUPSLB yang digelar Jumat (27/1/2017), pemegang saham juga mengusulkan dua komisaris baru, yakni Lukman Hidayat dan Kelik Wirawan Wahyu Widodo. Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan stock split PPRO akan mendorong likuiditas perdagangan saham PPRO di pasar modal sekaligus memperkuat aksi rights issue dengan mendorong harga saham perseroan ke harga wajar yang ditetapkan analis sebesar Rp1.420 per saham. Saat ini saham beredar PPRO mencapai 14,04 miliar lembar saham dengan saham yang kini dimiliki publik mencapai 4,91 miliar lembar saham. “Kami merencanakan rights issue dengan target dana senilai Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk ekspansi dan penambahan belanja modal,” ujar Taufik d...

Manfaatkan Cadangan NIkel dan Bauksit, Antam (ANTM) Persiapkan Proyek Hilirisasi Lanjutan

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Aneka Tambang Persero Tbk. (ANTM) tengah melakukan fi­nalisasi dalam hal mempersiapkan proyek-proyek hilirisasi lanjutan guna memanfaatkan cadangan bijih nikel dan bauksit yang dimiliki. Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Rabu (25/1/2017), perseroan mengumumkan tengah mempersiapkan proyek-proyek pembangunan pabrik feronikel Line 2 & 3 dan terus melakukan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi baik dengan skema pendanaan internal ataupun bekerjasama dengan mitra strategis. Untuk komoditas bauksit, perseroan masih bfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang bekerjasama dengan PT INALUM (Persero). “Kami tengah mempersiapkan proyek-proyek hilirisasi lanjutan guna mempertahankan keberlanjutan ekspansi Perusahaan. Momentum kebijakan ekspor mineral juga akan kami manfaatkan untuk melanjutkan hilirisasi untuk lebih memperbesar kapasitas produksi,” kata Dirut Antam Tedy Badrujaman, Rabu (25/1/2017). Antam sudah...

Siap Tuntaskan Divestasi Anak Usaha, Waskita Karya Bidik Kontrak Baru Rp80 Triliun

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Waskita Karya Persero Tbk. (WSKT) mengumumkan divestasi 29% saham di PT Waskita Toll Road (WTR) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Taspen. Aksi tersebut diharapkan bisa memberikan dampak kontrak baru kepada WSKT. Analis Mandiri Sekuritas Bob Setiadi, dalam risetnya, memaparkan bahwa setelah beberapa kali tertunda, akhirnya WSKT mengumumkan divestasi 29% saham di PT Waskita Toll Road (WTR) ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Taspen. Berdasarkan keterangan manajemen, kata Bob, WSKT akan segera menandatangani persetujuan untuk mengubah kepemilikannya di WTR dari kepemilikan penuh menjadi sebagian dengan menjual saham baru kepada perusahaan pembiayaan infrastruktur milik pemerintahan SMI (16%), dan dana pensiun untuk pegawai negeri Taspen (13%). Adapun,  total nilai transaksi untuk kepemilikan 29% mencapai Rp3,5 triliun. Ekuitas tambahan sebesar Rp3,5 triliun akan memperbesar modal WTR sebesar Rp8 triliun-Rp9 triliun dan mendoro...

Industri Banyak Beralih Gunakan Gas Bumi, PGN (PGAS) Terus Bangun Infrastruktur

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN menyatakan seiring berjalannya waktu semakin banyak industri dalam negeri yang beralih menggunakan gas bumi yang dipasok oleh perseroan. Keterangan resmi perseroan yang dipublikasikan Rabu (25/1/2017) menyebutkan bahwa salah satu alasan yang membuat industri dalam negeri kepincut meggunakan gas bumi adalah lantaran gas bumi lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Salah satu industri yang memanfaatkan gas bumi perseroan adalah  PT Aston Prima Raya, Karawang, Jawa Barat. Harga solar yang semakin mahal membuat Aston Prima Raya harus beralih menggunakan sumber energi  yang lebih efisien. "Alasan kami beralih karena harga solar lebih mahal. Kami pakai gas bumi untuk bahan bakar tungku mixing aspal," kata Kepala Produksi Aston Prima Raya, dalam keterangan resmi, Rabu (25/1/2017). Selain Aston Prima Raya, ada PT Sampoerna Printpack, Jakarta Timur. Produsen A...