Postingan

Jasa Marga (JSMR) Cetak Pertumbuhan Laba 28,57%

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mencetak pertumbuhan laba sebesar 28,57% sepanjang 2016. Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2016 yang dipublikasikan Rabu (8/2/2017) terlihat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,89 triliun. Pencapaian tersebut tumbuh 28,57% dibandingkan dengan laba bersih yang dicapai pada 2015 yang senilai Rp1,47 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang diraih perseroan. Sepanjang 2016, perseroan mencatat pendapatan Rp16,66 triliun atau naik 69,14% dibandingkan 2015 senilai Rp9,85 triliun. Salah satu kontribusi terbesar diperoleh dari pendapatan konstruksi yang naik menjadi Rp7,83 triliun dari Rp2,22 triliun di 2015. Sementara, pendapatan tol dan usaha lainnya tumbuh menjadi Rp8,83 triliun dari Rp7,63 triliun. Namun demikian, kenaikan besar dari pendapatan konstruksi tersebut juga membuat beban konstruksi meningkat tajam menjadi R...

Salim Ivomas Pratama (SIMP) dan Daito Cacao Bentuk Usaha Patungan Bisnis Cokelat

Bisnis.com,  JAKARTA— PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) bersama Daito Cacao Co.Ltd membentuk perusahaan patungan di bidang pengolahan dan pemasaran cokelat untuk industri. Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dipublikasikan Rabu (8/2/2017) dikemukakan bahwa pada 7 Februari 2017 telah dilakukan penandatanganan antara SIMP dan Daito Cacao Co. Ltd yang merupakan anak usaha The Nisshin Oillio Group asal Jepang  untuk membentuk usaha patungan, yakni PT Indoagri Daito Cacao. Usaha patungan tersebut rencananya akan dilakukan paling lambat akhir Maret 2017, dengan porsi kepemilikan saham SIMP dan Daito Cacao masing-masing sebesar 49% dan 51%. Usaha patungan akan berkedudukan di Jakarta Pusat dan bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran cokelat untuk industri dengan fasilitas produksi di Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat. Sumber: Bisnis.com Editor: Bunga Citra Arum Nursyifani

Prospek BUMI semakin jelas

JAKARTA. Kilau prospek fundamental PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepertinya kian jelas. Dimana Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 9 November 2016 lalu disepakati kreditur. "Kami melihat ini dapat menjadi kunci utama kinerja BUMI ke depannya," tulis Sharlita Malik, analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/2). Sejalan dengan tren harga batubara ASP ( average selling price ) yang jauh lebih tinggi di 2017, akan menghasilkan arus kas yang kuat dan kemampuan untuk membayar utang tranche yang dimulai pada semester kedua tahun ini. Restrukturisasi utang yang tengah dilakukan itu juga akan mengurangi utang BUMI sebesar US$ 1,6 miliar. Sehingga, EBITDA BUMI tahun ini akan melonjak jadi US$ 847 juta dari sebelumnya US$ 247 juta untuk prediksi EBITDA BUMI 2016. Demikian pula dengan laba bersihnya. Sharlita memprediksi, laba bersih BUMI tahun ini akan menyentuh US$ 275 juta. Jauh lebih tinggi ketimbang periode 2016 yang diprediks...

BKSL incar marketing sales Rp 1,2 triliun

JAKARTA. Perusahaan properti PT Sentul City Tbk (BKSL) akan ekspansif pada tahun ini. Lihat saja, manajemen BKSL menargetkan  marketing sales  Rp 1,2 triliun tahun ini, tumbuh 50% dari pencapaian 2016. Presiden Direktur Sentul City Keith Steven Muljadi, Selasa (7/2), menyatakan, berani mematok target tinggi karena akan ada efek  tax amnesty . Program pengampunan pajak mendorong likuiditas, sehingga akan menyemarakan kredit dan industri properti. Tax amnesty sudah dimulai sejak tahun lalu. Namun, efek ke industri diyakini baru tahun ini. "Tahun lalu kami menargetkan marketing sales Rp 1,5 triliun tapi direvisi jadi Rp 1,2 triliun dan terealisasi Rp 800 miliar. Itu karena efek tax amnesty belum terasa," jelas Steven. Sumber: Kontan.co.id Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri Editor: Adi Wikanto

BKSL kantongi restu right issue Rp 2,32 triliun

JAKARTA. Perusahaan properti PT Sentul City TBK (BKSL) mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). PT Sentul City Tbk berencana menawarkan 20,7 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 112 per saham. Alhasil, potensi dana yang bisa mereka dapat mencapai Rp 2,32 triliun. Nantinya, BKSL bakal menggunakan dana menambah cadangan lahan (landbank), dengan mengakuisisi saham PT Graha Sejahtera Abadi (GSA). Dalam RUPS yang dilaksanakan Selasa (7/2). "Untuk tanggal melakasanakan  right issue  kita akan menanyakan kepada  financial advisor  kami dahulu, namun kira-kira di  first half,"  kata Presiden Direktur Sentul City Keith steven Muljadi usai RUPS, Selasa (7/2). Agenda kedua mereka yakni Persetujuan Pengambilalihan (Akuisisi) PT Graha Sejahtera Abadi (GSA), melalui penyetoran aset (inbreng) berupa sebanyak banyaknya 99.999% sah...

BUMI akan right issue Rp 35 T, awas efek dilusi

JAKARTA. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui rencana menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) maksimal 37,88 miliar saham baru. Nilai transaksi itu mencapai Rp 35,1 triliun. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar 926,16 per saham. " Rights issue i ni akan dilakukan di bulan Mei atau Juni," ujar Dileep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI usai RUPSLB, Selasa (7/2). Ia mengatakan 99% pemegang saham BUMI menyetujui aksi korporasi tersebut. Bersamaan dengan itu, BUMI juga menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK). HMETD yang dilakukan melalui penawaran umum terbatas (PUT) itu, akan meliputi hak untuk membeli saham baru PUT dan OWK. Kreditur BUMI dapat mengambil bagian saham baru dengan cara mengkompensasi hak tagih yang dimiliki menjadi saham baru ataupun membeli OWK itu. Perlu dicatat, aksi korporasi ini memberikan efek dilusi sebesar 50,8% terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil haknya da...

PSKT akan tawarkan 4 miliar saham baru

JAKARTA. Emiten perhotelan PT RED PLANET INDONESIA TBK (PSKT) akan menggelar penawaran umum terbatas II dengan menggunakan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau rights issue. Dalam prospektus perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (7/2) menjelaskan, rencananya  rights issue  ini akan dilaksanakan pada 20 Februari 2017 mendatang. Emiten dengan kode PSKT ini akan menawarkan 4 miliar lembar saham baru atau sekitar 37,50% dari modal yang disetorkan dengan nominal Rp 100 per saham. Jumlah dana yang akan diterima oleh Red Planet dalam rights issue ini sekitar Rp 408,9 miliar. Setiap pemegang lima lembar saham lama yang namanya tercatat sampai 16 Februari 2017 berhak atas tiga HMETD. Red Planet Holdings Limited selaku pemegang saham utama PSKT akan melaksanakan haknya sesuai dengan kepemilikan dalam PUT II yaitu sebanyak 2,7 miliar lembar saham. "Pembelian saham baru ini sesuai dengan hak yang ada pada perusahaan," ungkap manajemen d...